Setiap mata kuliah di GSICS hanya berbobot 2 SKS atau 90 menit setiap pertemuan. Kuliah Special lecure on political and social, hari ini membahas tentang Decentralizing Governance. Beruntunglah yang dari UGM yang pernah mendapatkan mata kuliah regional economics by Prof. Mudrajad Kuncoro (http://website.mudrajad.com/). Pada saat kuliah di UGM, anda akan diajari memahami konsep secara menyeluruh khususnya tentang regional economics di Indonesia. Prof. Mudrajad akan memberikan silabus berisikan tema-tema tiap pertemuan, dan akan membagi beberapa kelompok untuk presentasi. Penilaian akan diambil dari tugas paper, kehadiran, presentasi, pertanyaan yg diajukan dan ujian mid serta final.
Jika anda bisa lulus dengan meode profesor maka disini akan terasa lebih "nikmat".
Mata kuliah special lecture membahas juga tentang Decentralizing Governance. Penilaian dari mata kuliah ini berdasarkann kepada Class participation (30%), Presentation (20%), Final Paper (50%).
Disinilah muncul D'Concept. Hati-hati membawa kebiasaan dari Indonesia.
Semua mahasiswa sangat aktif untuk membahas tentang konsep desentralisasi ini. Oh iya, cara kuliah disini, sang profesor akan membagikan fotokopi bahan ajarnya setiap minggu untuk dibaca dan dibahas pada minggu berikutnya. Setelah di kelas tinggal bertanya dan berdiskusi mengenai topik yg telah dibagikan tersebut. (catatan: mahasiswa ga perlu ngopi sendiri, sang prof dan asistennya akan membagikan secara percuma)
Ditengah asyiknya masing-masing bercerita dan berdiskusi mengenai konsep desentralisasi masing-masing negara. Seorang mahasiswa dari Indonesia meminta waktu untuk memaparkan argumennya di depan kelas. Disitulah (di papan tulis), dia menuliskan dengan tidak jelasnya "D'Concept", dengan mantap dia menerangkan bagaimana keterkaitan antara politik dan ekonomi serta peran anggota legislatif merusak tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara, bukannya lebih efektif tetapi korupsi semakin meningkat.
Sayangnya, kami yg tengah duduk, tidak mampu mendengar dengan jelas ketika awal menyebutkan D'Concept tersebut (bukan karena kami budek tetapi krn english language, you know!....). Ahirnya, kami pura-pura tahu apa itu "D'concept" dan tidak mau bertanya tentang hal tersebut.
Penasaran, setelah keluar dari kelas kutanya juga pada penulisnya, "Tadi nerangkan D'Concept, D nya itu apa?", dia pun menjawab "loh tadi berarti ga ngikutin dari awal, aku kan sudah bilang D=Decentralization". lalu selanjutnya disebut D'Concept.
My comment: hhmm..kuyakin teman-teman yg lain ga paham D'Concept mu karena setiap kamu nerangkan bukan mengatakan Decentralization Concept tetapi kamu bilang "D'Concept". Indonesia banget ya? sering buat singkatan-singkatan. Lebih spesifik Yogya; tahu Maskam, Jakal, Monjali dll????
Btw, kuliah terasa nikmat karena semua mahasiswa ingin bertanya dan berpendapat bahkan ingin jadi sensei.
Thanks for Zeno sensei.
Jika anda bisa lulus dengan meode profesor maka disini akan terasa lebih "nikmat".
Mata kuliah special lecture membahas juga tentang Decentralizing Governance. Penilaian dari mata kuliah ini berdasarkann kepada Class participation (30%), Presentation (20%), Final Paper (50%).
Disinilah muncul D'Concept. Hati-hati membawa kebiasaan dari Indonesia.
Semua mahasiswa sangat aktif untuk membahas tentang konsep desentralisasi ini. Oh iya, cara kuliah disini, sang profesor akan membagikan fotokopi bahan ajarnya setiap minggu untuk dibaca dan dibahas pada minggu berikutnya. Setelah di kelas tinggal bertanya dan berdiskusi mengenai topik yg telah dibagikan tersebut. (catatan: mahasiswa ga perlu ngopi sendiri, sang prof dan asistennya akan membagikan secara percuma)
Ditengah asyiknya masing-masing bercerita dan berdiskusi mengenai konsep desentralisasi masing-masing negara. Seorang mahasiswa dari Indonesia meminta waktu untuk memaparkan argumennya di depan kelas. Disitulah (di papan tulis), dia menuliskan dengan tidak jelasnya "D'Concept", dengan mantap dia menerangkan bagaimana keterkaitan antara politik dan ekonomi serta peran anggota legislatif merusak tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara, bukannya lebih efektif tetapi korupsi semakin meningkat.
Sayangnya, kami yg tengah duduk, tidak mampu mendengar dengan jelas ketika awal menyebutkan D'Concept tersebut (bukan karena kami budek tetapi krn english language, you know!....). Ahirnya, kami pura-pura tahu apa itu "D'concept" dan tidak mau bertanya tentang hal tersebut.
Penasaran, setelah keluar dari kelas kutanya juga pada penulisnya, "Tadi nerangkan D'Concept, D nya itu apa?", dia pun menjawab "loh tadi berarti ga ngikutin dari awal, aku kan sudah bilang D=Decentralization". lalu selanjutnya disebut D'Concept.
My comment: hhmm..kuyakin teman-teman yg lain ga paham D'Concept mu karena setiap kamu nerangkan bukan mengatakan Decentralization Concept tetapi kamu bilang "D'Concept". Indonesia banget ya? sering buat singkatan-singkatan. Lebih spesifik Yogya; tahu Maskam, Jakal, Monjali dll????
Btw, kuliah terasa nikmat karena semua mahasiswa ingin bertanya dan berpendapat bahkan ingin jadi sensei.
Thanks for Zeno sensei.
Komentar
Posting Komentar