Langsung ke konten utama

141011: D'Concept

Setiap mata kuliah di GSICS hanya berbobot 2 SKS atau 90 menit setiap pertemuan. Kuliah Special lecure on political and social, hari ini membahas tentang Decentralizing Governance. Beruntunglah yang dari UGM yang pernah mendapatkan mata kuliah regional economics by Prof. Mudrajad Kuncoro (http://website.mudrajad.com/). Pada saat kuliah di UGM, anda akan diajari memahami konsep secara menyeluruh khususnya tentang regional economics di Indonesia. Prof. Mudrajad akan memberikan silabus berisikan tema-tema tiap pertemuan, dan akan membagi beberapa kelompok untuk presentasi. Penilaian akan diambil dari tugas paper, kehadiran, presentasi, pertanyaan yg diajukan dan ujian mid serta final.
Jika anda bisa lulus dengan meode profesor maka disini akan terasa lebih "nikmat".

Mata kuliah special lecture membahas juga tentang Decentralizing Governance. Penilaian dari mata kuliah ini berdasarkann kepada Class participation (30%), Presentation (20%), Final Paper (50%).

Disinilah muncul D'Concept. Hati-hati membawa kebiasaan dari Indonesia.
Semua mahasiswa sangat aktif untuk membahas tentang konsep desentralisasi ini. Oh iya, cara kuliah disini, sang profesor akan membagikan fotokopi bahan ajarnya setiap minggu untuk dibaca dan dibahas pada minggu berikutnya. Setelah di kelas tinggal bertanya dan berdiskusi mengenai topik yg telah dibagikan tersebut. (catatan: mahasiswa ga perlu ngopi sendiri, sang prof dan asistennya akan membagikan secara percuma)

Ditengah asyiknya masing-masing bercerita dan berdiskusi mengenai konsep desentralisasi masing-masing negara. Seorang mahasiswa dari Indonesia meminta waktu untuk memaparkan argumennya di depan kelas. Disitulah (di papan tulis), dia menuliskan dengan tidak jelasnya "D'Concept", dengan mantap dia menerangkan bagaimana keterkaitan antara politik dan ekonomi serta peran anggota legislatif merusak tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara, bukannya lebih efektif tetapi korupsi semakin meningkat.

Sayangnya, kami yg tengah duduk, tidak mampu mendengar dengan jelas ketika awal menyebutkan D'Concept tersebut (bukan karena kami budek tetapi krn english language, you know!....). Ahirnya, kami pura-pura tahu apa itu "D'concept" dan tidak mau bertanya tentang hal tersebut.

Penasaran, setelah keluar dari kelas kutanya juga pada penulisnya, "Tadi nerangkan D'Concept, D nya itu apa?", dia pun menjawab "loh tadi berarti ga ngikutin dari awal, aku kan sudah bilang D=Decentralization". lalu selanjutnya disebut D'Concept.

My comment: hhmm..kuyakin teman-teman yg lain ga paham D'Concept mu karena setiap kamu nerangkan bukan mengatakan Decentralization Concept tetapi kamu bilang "D'Concept". Indonesia banget ya? sering buat singkatan-singkatan. Lebih spesifik Yogya; tahu Maskam, Jakal, Monjali dll????

Btw, kuliah terasa nikmat karena semua mahasiswa ingin bertanya dan berpendapat bahkan ingin jadi sensei.

Thanks for Zeno sensei.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

051011: Berlangganan HP Softbank

Sebagai foreigner, yg paling mudah adalah membeli Iphone yg langsung ter include dengan nomer. Syaratnya: 1. Pasport 2. ID Card 3. Buku Tabungan Iphone 4 dengan harga 48ribuan sudah langsung bisa conect dan tinggal memilih paket yang akan diambil.Informasi selengkapnya bisa membuka web Softbank  http://mb.softbank.jp/en/ Untuk berlangganan HP 0 yen (alias hanya membayar langganannya saja). Caranya hampir sama, tetapi yang ini haruslah sudah mempunyai ID card dan pakai credit card serta  insurance health -selain syarat seperti untuk Iphone 4 diatas- sudah tinggal 3 bulan di jepang. Ternyata bisa apply juga hanya dengan pasport, ID card dan buku tabungan asal ada teman (senpai/senior) yang mau meminjamkan credit cardnya. Dengan sistem zero yen ini, kita hanya kena biaya berlangganan saja sedangkan HP nya 0 (zero). Biaya aktivasi setiap nomer baru sebesar 3.150 yen. Jika tidak menggunakan credit card akan dikenai biaya HP sebesar 3.150 pada bulan kedua (untuk beli HP ...

111011: Mirin

Sepintas mirip minyak goreng, tapi ini bukan minyak goreng. Jika anda memakainya untuk menggoreng niscaya goreng telur pun ga akan pernah jadi. Gambar diatas adalah MIRIN. Berhati-hatilah ketika berbelanja di supermarket jepang, karena hampir semua produk ditulis dalam bahasa jepang. Untuk masalah makanan bagi seorang muslim di jepang memang harus pintar-pintar mengetahui kandungannya ( dunia ini bagai penjara bagi orang muslim yang taat) . Mirin adalah bumbu dapur untuk masakan Jepang berupa minuman beralkohol berwarna kuning, berasa manis, mengandung gula sebanyak 40%-50% dan alkohol sekitar 14%. Mirin digunakan pada masakan Jepang yang diolah dengan cara nimono (merebus dengan kecap asin dan dashi) dan campuran untuk berbagai macam saus, seperti saus untuk kabayaki (tare), saus untuk soba (soba-tsuyu), saus untuk tempura (tentsuyu) dan saus teriyaki. Sumber:  http://www.halalguide.info/2008/10/15/apa-itu-mirin/

290911: Tiba di Jepang

Pagi yang cerah, inilah pertama kali saya menjejakkan kaki di Kansai. Prosedur awal, trurun dari pesawa kita mengambil barang dari bagasi. sebelum itu, kita harus melewati ruang imigrasi, dengan menunjukan pasport dan mengumpulkan form yang sebelumnya sudah kita isi di pesawat (nama, alamat, tujuan, dll). Berhubung ada program "war on terorrism" katanya pemeriksaan lebih ketat. Ketika menyerahkan paspoempart dan form, kita akan diminta sidik jari 2 telujuk dan di foto. Beres deh.....bisa masuk lalu pergi ke ruang pengambilan barang. Petugas Asiaseed sduah meunggu untuk mengantarkan kita ke tempat tinggal ketika kuliah. Perjalanan Kansai ke Kobe kurang lebih 1 jam-an dengan menggunakan taksi. Kita pun langsung disodorkan beberapa form dalam tulisan kanji mulai kontrak apato, asuransi kesehatan dan uang saku. Tiba di apato, beres-beres sebantar langsung di brifing pemilik apato. selesai urusan apato, kita pergi ke kampus untuk mendapat kartu asuransi kesehatan. Pelayanan ...