Langsung ke konten utama

011011: Bahasa Itu Penting, Perbedaan Jangan Jadi Kendala, Belajarlah!

Learning by Doing!. Biasanya para mahasiswa yang ingin menempuh studi nya di negara berbeda yang mempunyai perbedaan bahasa haruslah menguasai bahasa inggris (yg skrg menjadi bhs internasional), selain bahasa setempat. Seperti di Jepang, kita sebenarnya sudah mendapat fasilitas pembelajaran bahasa ketika di Indonesia, selama 2 bulan belajar menganal bahasa Jepang. Tetapi, setelah di praktikkan di lapang, kesuliatan yang dihadapi cukup beragam. Kebanyakan orang Jepang belum bisa berbahasa Inggris, dan pengucapannya terkadang susah tertangkap maknanya. Disiniliah letak keunikannya, Orang Jepang a banyak yang tidak bisa bahasa Inggris, dan kita tidak bisa berbahasa Jepang. Lalu apakah kita hanya akan kuliah saja (jika di kampus banyak yang bisa bahasa Inggris)??? Rugi dong...
Tersesat itu biasa asal kita berani nekat dan bawa peta. Selain itu masih ada yang lain yaitu bahasa isyarat, jadi bia berkomunikasi dengan bahasanya masing-masing tetapi harus mengikutkan gerakan tubuh lain agar sama-sama mengerti. Seperti ketika bertanya tempat, tinggal ucapkan "Sumimasen, Kono wa doko desu ka" sambil nunjuk tempat di peta. Itu pun yang terjadi, ketika ku tanya pake bahasa jepang seadanya, mereka mengira kita bisa berbahasa Jepang. Dengan semangat mereka akan menujukkan kita dengan bahsanya. Kita pun hanya mesam mesem dan plonga plongo. So, we can say "would you speak english?" jika yg ditanya bisa bhs inggris, maka beruntunglah anda tidak akan tersesat terlalu jauh.
Namanya Oshi, masih muda sudah bekerja, perform gaul. Anak muda yang membangtu menunjuk jalan yang indin dituju, bahkan dia pun mengambil ontel nya mengantarkan kita. Setiap ia tidak tahu kata English yg dimaksud, langsung mengambil HP nya dan menterjemahkannya ke dalam English atau Indonesia.
Untuk menunjuk arah katanya di Kobe mudah, Mountin=North dan Sea=South.
Mungkin ini yang disebut tersesat di Kota.
Mas Ali

Komentar

Postingan populer dari blog ini

051011: Berlangganan HP Softbank

Sebagai foreigner, yg paling mudah adalah membeli Iphone yg langsung ter include dengan nomer. Syaratnya: 1. Pasport 2. ID Card 3. Buku Tabungan Iphone 4 dengan harga 48ribuan sudah langsung bisa conect dan tinggal memilih paket yang akan diambil.Informasi selengkapnya bisa membuka web Softbank  http://mb.softbank.jp/en/ Untuk berlangganan HP 0 yen (alias hanya membayar langganannya saja). Caranya hampir sama, tetapi yang ini haruslah sudah mempunyai ID card dan pakai credit card serta  insurance health -selain syarat seperti untuk Iphone 4 diatas- sudah tinggal 3 bulan di jepang. Ternyata bisa apply juga hanya dengan pasport, ID card dan buku tabungan asal ada teman (senpai/senior) yang mau meminjamkan credit cardnya. Dengan sistem zero yen ini, kita hanya kena biaya berlangganan saja sedangkan HP nya 0 (zero). Biaya aktivasi setiap nomer baru sebesar 3.150 yen. Jika tidak menggunakan credit card akan dikenai biaya HP sebesar 3.150 pada bulan kedua (untuk beli HP ...

111011: Mirin

Sepintas mirip minyak goreng, tapi ini bukan minyak goreng. Jika anda memakainya untuk menggoreng niscaya goreng telur pun ga akan pernah jadi. Gambar diatas adalah MIRIN. Berhati-hatilah ketika berbelanja di supermarket jepang, karena hampir semua produk ditulis dalam bahasa jepang. Untuk masalah makanan bagi seorang muslim di jepang memang harus pintar-pintar mengetahui kandungannya ( dunia ini bagai penjara bagi orang muslim yang taat) . Mirin adalah bumbu dapur untuk masakan Jepang berupa minuman beralkohol berwarna kuning, berasa manis, mengandung gula sebanyak 40%-50% dan alkohol sekitar 14%. Mirin digunakan pada masakan Jepang yang diolah dengan cara nimono (merebus dengan kecap asin dan dashi) dan campuran untuk berbagai macam saus, seperti saus untuk kabayaki (tare), saus untuk soba (soba-tsuyu), saus untuk tempura (tentsuyu) dan saus teriyaki. Sumber:  http://www.halalguide.info/2008/10/15/apa-itu-mirin/

281011: Berangkat Ke Jepang

Saya memulai cerita di blog ini dengan keberangkatan dari Indonesia. Saya harus beangkat ke jepang melalui Denpasar,karena bandara yang dituju Kansai. Anehnya, jalur udara yang saya tempuh: Yogya-jakarta-denpasar-kansai. Tahu kenapa? Karena rumah berada dekat Yogya (3 jam perjalanan kereta), dan pihak pengurus beasiswa kuliah, ada di Jakarta. Jika ditotal perjalan uadara yang ditempuh kurang lebih 10 jam (yogya-kansai) plus menunggunya bisa jadi 15 jam. Maximal bawaan yang bisa masuk di bagasi pesawat adalah 30 Kg, saya naik pesawat Garuda Indonesia, jika lebih dari 30 kg maka dikenakan biaya tambahan ada yang mengatakan 10 dollar amrik ada yang mengatakan aturan baru yaitu 25 dollar. Ini pun yang menjadi masalah seorang teman, ketika ia ingin berangkat ke Nigata, barang bawaannya over capacity dan harus membayar tambahan. Sang petugas "ngotot" memberlakukan aturan baru sehingga harus menambah 4 jutaan, beruntungnya masalah tersebut bisa diselesaikan dengan komunikasi yang ...